Tips Orang Tua: Cara Hadapi Anak Tantrum

Apakah kamu sedang belanja dengan membawa anak tapi tiba-tiba dia tantrum? Biasanya ini membuat kamu tidak jadi membeli barang yang kamu butuhkan dan malah berakhir dengan mencoba menenangkan anak agar ia tidak lagi tatrum.

Lalu apa respon yang terbaik yang bisa kita berikan dalam keadaan tersebut? Kenapa hal ini bisa sampai terjadi? Bisakah kamu menghindari hal ini?

Tantrum merupakan ekspresi yang dilakukan oleh anak kecil yang frustasi karena tidak mendapatkan apa yang dia ininkan. Mungkin anak memiliki masalah tentang memahami sesuatu atau saat menyelesaikan tugas yang harus ia lakukan.

Mungkin anak kamu tidak memiliki kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan perasaannya. Frustasinya mungkin sudah sangat memuncak, inilah yang menyebabkan anak mengalami tantrum.

Jika anak merasa sangat lelah, lapar, merasa sakit, atau sedang mengalami transisi, maka ini akan membuat anak tantrum menjadi lebih sering. 

Berikut ini kami akan menunjukkan beberapa tips yang dapat dilakukan saat anak mengalami tantrum.

Tips Anak Tatrum

  1. Konsisten. Tetapkan rutinitas harian sehingga anak tahu apa yang diharapkan. Tetap pada rutinitas sebanyak mungkin, termasuk waktu tidur siang dan waktu tidur. Kemarahan seorang anak bisa menjadi pendek jika dia tidak cukup istirahat atau waktu tenang.
  2. Rencanakan ke depan. Jalankan tugas saat anak tidak mungkin lapar atau lelah. Jika Kamu akan menunggu dalam antrean, kemasi mainan kecil atau makanan ringan untuk menyibukkan anak.
  3. Biarkan anak membuat pilihan yang tepat. Hindari mengatakan tidak untuk semuanya. Untuk memberi anak rasa kendali, biarkan dia membuat pilihan. “Kamu mau pakai baju merah atau baju biru?” “Mau makan stroberi atau pisang?” “Apakah ingin membaca buku atau membangun menara dengan balok kamu?”
  4. Puji perilaku yang baik. Tawarkan perhatian ekstra saat anak Kamu berperilaku baik. Beri anak pelukan atau beri tahu anak betapa bangganya Kamu saat dia berbagi atau mengikuti arahan.
  5. Hindari situasi yang cenderung memicu amukan. Jangan berikan mainan anak Kamu yang terlalu canggih untuknya. Jika anak meminta mainan atau camilan saat Kamu berbelanja, jauhi area dengan godaan ini. Jika anak Kamu berulah di restoran, pilihlah tempat yang menawarkan layanan cepat.

Cara terbaik untuk merespon tantrum adalah untuk tetap tenang. Jika kamu merespon dengan keras dan marah, maka anak mungkin akan mengikuti kebiasaan kamu. Meneriaki anak untuk menenangkannya juga akan membuat segalanya menjadi lebih buruk.

Dari para melakukan hal tersebut, ada baiknya untuk membuat anak teralihkanfokusnya. Jika kamu meminta anak tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan, ikuti apa yang ia inginkan mungkin akan lebih membantu. Jika kamu meminta anak untuk tidak bermain di area tertentu, beri tahu dia di mana tempat yang lebih baik untuk bermain.

Saat kontrol diri anak meningkat, amukan seharusnya menjadi kurang umum. Sebagian besar anak mulai mengalami lebih sedikit amukan pada usia 3 1/2 tahun. Jika anak menyakiti dirinya sendiri atau orang lain, menahan napas saat mengamuk hingga pingsan, atau mengamuk setelah usia 4 tahun, ceritakan kekhawatiran dengan dokter anak. Dokter mungkin mempertimbangkan masalah fisik atau psikologis yang dapat menyebabkan amukan.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kamu ketahui mengenai tatrum pada anak. Segera pergi ke dokter yang profesional untuk lebih mengenal kondisi anak yang mungkin tidak diketahui.

7 Penyebab Bayi Menangis Terus Menerus dan Cara Mengatasinya

Bayi mempunyai berbagai kebutuhan. Namun sayangnya, mereka masih belum bisa berbicara sehingga akan mengungkapkan kebutuhan serta keinginannya dengan cara menangis. Maka menangis menjadi cara bayi untuk berkomunikasi.

Tetapi, sebagai orangtua tentu saja sangat sulit memahami atau menafsirkan keinginan bayi hanya lewat tangisannya. Supaya tidak frustasi, di bawah ini ada beberapa alasan bayi menangis.

1.Lelah Dan Butuh Istirahat

Bayi seringkali merasa sulit untuk tidur terutama jika mereka terlalu lelah. Banyak perhatian terutama dari pengunjung yang memanjakan, bisa merangsang bayi secara berlebihan, membuatnya jadi sulit tidur. Tanda-tandanya: merengek dan menangis pada hal sekecil apa pun, menatap kosong ke angkasa dan menjadi lebih tenang dari biasanya.

Apa yang harus dilakukan: waspadai isyarat tidur bayi. Mandi air hangat dapat membantu atau membawa ke kamar yang tenang sebelum tidur untuk menenangkan dan melepas lelah.

2.Lapar

Bayi cenderung cepat lapar karena perutnya kecil. Tanda – tandanya bisa dari menghisap kepalan tangan atau berbalik ke arah payudara. Yang perlu di lakukan adalah berikan mereka ASI atau makanan kalau si bayi sudah MPASI.

3.Kesepian Atau Bosan

Bayi juga bisa merasa kesepian. Mereka membutuhkan banyak pelukan, kontak fisik, dan menangis mungkin merupakan cara untuk mendapatkan perhatian serta pelukan ekstra. Tanda-tandanya: bayi menangis saat tidak bersama orangtua. Yang harus dilakukan: gendong bayi yang baru lahir dekat denganmu dan tetaplah terlihat sesering mungkin. Menggendong bayi dengan pelukan juga membantu.

4.Perutnya Sakit

Kolik merupakan tangisan yang tak terkendali pada bayi yang sehat. hal ini paling sering terjadi saat bayi berusia dua atau 3 minggu. Atau jika bayi prematur. Hal ini juga cenderung lebih sering terjadi di sore dan malam hari. bayi akan di anggap kolik kalau lebih muda dari 5 bulan dan menangis selama lebih dari 3 jam berturut – turut pada 3 hari atau seminggu.

Tanda-tandanya: tangisan selama ini cenderung lebih keras dan bernada lebih tinggi dari biasanya. Tanda-tanda lain termasuk kepalan tangan, punggung melengkung, perut kencang, lutut ditarik ke dada, dan keluarnya gas. Gas tidak menyebabkan kolik, tetapi si kecil mungkin mengeluarkan banyak gas karena menelan lebih banyak udara saat menangis. Yang harus di lakukan: Menggosok punggung bayi dan memijat perut dengan lembut juga membantu. Tanyakan kepada dokter Anda tentang pengobatan kolik yang diresepkan.

5.Popok Perlu Diganti

Bayi biasanya protes saat popoknya masih basah atau kotor. Terutama kalau kulitnya terasa iritasi. Tanda-tandanya: popok bayi berat atau bau. Segeralah ganti popok.

6.Suhu Tubuh Bayi

Periksalah apakah bayi terlalu panas atau dingin dengan meraba perut atau lehernya. Jangan di samakan dengan suhu tangan atau kaki bayi karena terkadang cenderung terasa dingin. Tandanya mereka terlihat tak nyaman dan menangis. Jika bayi terlalu kepanasan, lepaskan beberapa pakaian atau ganti dengan pakaian yang lebih ringan dan turunkan suhu ruangan.

7.Tidak Enak Badan

Jika nada menangis bayi berbeda dari biasanya, itu bisa menjadi tanda tidak sehat atau tumbuh gigi. Tanda-tandanya: pilek, batuk, demam, lesu, aktivitas menurun, muntah, diare atau sembelit. Yang harus di lakukan: jika bayi terus menerus menangis, menunjukkan tanda-tanda penyakit dan suhu tubuh di atas 37,5 ° C, segera temui dokter.

Itulah beberapa alasan kenapa bayi menangis dan bagaimana cara mengatasinya. Semoga bermanfaat.